LATAR BELAKANG DAN PENGGUNAAN PARITTA YANG POPULER

paritta

TIRATANANUSARANAPATHA

Mengingatkan kita pada Buddha, Dhamma dan Sangha untuk menghapuskan segala jenis ketakutan, gemetar atau bulu roma berdiri.

 

SACCAKIRIYAGATHA

Ini adalah Pernyataan Perkataan Benar (mengenai perlindungan Buddha, Dhamma, dan Sangha) untuk mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan.

 

MANGALA SUTTA

Paritta ini terkenal sekali dan tercantum dalam Sutta Nipata (Khuddaka Nikaya). Pada suatu malam seorang dewa berjumpa Sang Buddha dan meminta penjelasan mengenai berkah utama supaya dapat hidup dalam keselamatan. Paritta ini digunakan bukan hanya untuk perlindungan dari segala bahaya tetapi juga untuk mencapai keputusan dalam semua jenis masalah.

 

KARANIYAMETTA SUTTA

Paritta ini terdapat dalam Sutta Nipata. Pada suatu ketika lima ratus orang bhikkhu sampai ke hutan untuk berlatih meditasi. Dewa-dewi yang tinggal di sana, yaitu di atas pohon-pohon, merasa terganggu. Mereka terpaksa turun ke tanah untuk menghormati bhikkhu-bhikkhu tersebut (supaya mereka tidak duduk lebih tinggi dari para bhikkhu). Setelah beberapa hari dewa-dewi merasa hampa lalu menjelma sebagai hantu dan memekik untuk menghalau mereka.

Bhikkhu-bhikkhu itu kembali kepada Sang Buddha untuk mendapat nasihat. Sang Buddha mengajarkan mereka sutta ini. Setelah itu dewa-dewi merasakan kasih sayang yang dipancarkan dan mereka tidak menghalau para bhikkhu lagi.

Paritta kasih sayang ini dibacakan supaya dewa dan hantu tidak membahayakan dan mengganggu kita.

 

RATANA SUTTA

Pada suatu ketika, Kota Vesali mengalami kekurangan (famine) dan wabah penyakit teruk (epidemic) banyak orang yang telah meninggal sehngga mayat mereka yang berbau telah banyak menyebabkan hantu-hantu jahat datang ke Vesali. Karena tidak dapat menyelesaikan tiga masalah ini, Raja Vesali memohon bantuan kepada Sang Buddha. Sang Buddha datang dan mengajarkan Ananda untuk membaca paritta ini selama tujuh malam di sekeliling Kota Vesali sambil memercikan air yang ada dalam patta (mankok) Sang Buddha. Hantu-hantu meninggalkan tempat itu dan penyakit-penyakit menjadi sembuh dan masalah pun terselesaikan. Paritta ini ada dalam Sutta Nipata dan digunakan untuk menghalau hantu / penyekit.

 

KHANDA PARITTA

Dalam buku Cullavagga (Vinaya-Pitaka) terdapat kisah seorang Bhikkhu yang meninggal karena digigit ular. Sang Buddha memberi tahu pengikut-Nya bahwa Bhikkhu patut memencarkan pikiran kasih sayang kepada ular dengan mengajarkan paritta ini kepda mereka untuk mendapatkan perlindunagn. Parita in digunakan sebagai suatu perlindunagn dari ular dan semua makhluk, terutama saat berada di dalam hutan.

 

VATTAKA PARITA

Dalam kisah Jataka terdapat cerita mengenai seekor anak burung. Pada suatu ketika terjadi kebakaran besar di dalam hutan. Untuk melindungi diri dari pada api yang mendekatinya, anak burung itu ingat kepada Sang Buddha dan membuat pernyataan kebenaran. Api tidak dapat mencapai anak burung itu. Paritta kebenaran ini dibacakan untuk perlindunagan dari bahaya api.

 

ANGULIMALA PARITTA

Dalam angulimala Sutta (Majhima Nikaya) terdapat paritta ini. Pada suatu hari Angulimala menemui wanita hamil yang mengalami penderitaan melahirkan yang parah. Ia merasa kasihan kepada wanita itu dan menceritakannya kepada Sang Buddha. Sang Buddha mengajari Angulimala untuk mengucapkan pernyataan kebenaran agar bisa menolong wanita itu. Kemudian Angulimala kembali ketempat wanita itu, membacakan paritta ini dan penderitaan wanita itupun menjadi berkurang. Ia segera melahirkan anak dengan mudah dan lancar. Paritta ini dgunakan untuk perempuan hamil dan masa akan melahirkan supaya tidak mengalami kesakitan yang parah.

 

MORA PARITTA

Dalam kisah Jataka terdapat cerita mengenai seekor burung merak yang selalu mengucapkan paritta ini sebelum ia keluar mencari makanan setiap pagi dan malam hari apabila ia hendak tidur. Oleh karena itu, ia tidak pernah tertangkap oleh pemburu. Paritta ini digunakan untuk keselamatan keluarga siang dan malam, untuk perlindungan apabila keluar dari rumah, dan juga untuk mendapatkan kebebasan saat di tawan oleh musuh.

 

BOJJHANGA PARITTA

Terdapat dalam Samyutta Nikaya dan berisikan tentang tujuh faktor untuk mencapai Bodhi (Penerangan Sempurna). Dibacakan untuk menyembuhkan Sang Buddha, Y.A. Monggallana dan Y.A. Kassapa dari penyakit. Paritta ini digunakan untuk menyembuhkan penyakit.

 

ATANATIYA PARITTA

Atanatiya Sutta (Digha Nikaya) memberitahukan bahwa maharajika (dewa) Vessavaba (Kuvera) berjumpa dengan Sang buddha dan mengucapkan paritta ini supaya penganut-penganut Sang buddha mendapat perlindungan terhapat Yakkha dan dewa lain yang jahat.

 

JAYA PARITTA

Paritta ini di bacakan untuk kejayaan dalam semua usaha dan untuk kesejahteraan.

 

ABHAYA PARITTA

Paritta ini digunakan untuk perlndungan terhadap tanda-tanda jelek, mimpi buruk, dan lain-lain.

 

DHAJAGGA PARITTA

Dalam Samyutta Nikka, Sang Buddha memberi tahu penganut-Nya bahwa Dewa-raja Sakka meminta dewa-dewa melihat panjinya atau panji ketua dewa pajapati, Varuna dan Isana, apabila mereka merasa takut pada saat bertempur dengan Asura. Tetapi Sang Buddha menyataka cara ini mungkin boleh atau tidak boleh membantu mereka karena Dewa-raja Sakka masih segan dan gugup (panik). Sebaliknya Sang Buddha tak segan dan tak gugup karena Beliau telah menghapuskan keserakahan (lobha), kebencian (dosa) dan kegelapan batin (Moha). Oleh karena itu, pengikut Sang Buddha, apabila seorang Bhikkhu atau umat merasa takut gemetar atau bulu roma berdiri, dia patut mengingat kepada Sang Buddha, Dhamma dan Sangha. Dengan ini semua perasaan itu akan hilang. Paritta ini adalah untuk menghapuskan segala ketakutan, gemetar dan bulu roma berdiri.

 

DUKKHAPPATTADIGATHA

Paritta ini adalah untuk menghapuskan penderitaan dan duka cita.

 

BUDDHA JAYA MANGGALA GATHA

Paritta ini dibacakan untuk kejayaan dalam segala usaha.

 

Share with your social media account !!!